Laman

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

Kisah kecil kerinduan


Kisah 1
aku ingin membicarakan rindu 
;metafor kecil yang sederhana
ketika sebuah duri menancap tepat dijantugku
dan aku tak lagi menyebut namamu saat terlelap

Kisah 2
mungkin tak lagi kutemukan akasia di matamu
pun pada mimpi-mimpi dalam lelapku
sebab kita telah terjaga
pada pagi yang basah

Kisah 3
malam itu, kita tak sedang bercanda
baiklah, kusebut kau rindu
sebut pula aku si penjaga malam
dan kau kan tahu setiap kapan kita bertemu

Kisah 4
mungkin tak pernah kau mengira
tentang rindu yang terasa main-main bagimu
maka, kupilih untuk membunuh semuanya
seperti yang kau inginkan
 
 

dini hari, 24 sept 2007

Puisi BJ Habibie untuk Almh. istrinya..

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian
benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu
rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah
yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga
aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku,
penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….

BJ.HABIBIE

Kepada Waktu; ua

aku masih terlelap
ketika kau teduh mengusap ubun-ubunku
oleh tanganmu yang telah tua

waktu masih sangat sederhana
ketika ku merajuk manja di pundakmu
yang masih kokoh pada beban

hari masih seperti kemarin
ketika ku kecup lembut
keningmu yang menua

kau sedang bersujud khidmat
saat tangan-tangan kecil menarik ujung sorbanmu yang putih
menjuntai
sujud bersamamu

senyummu masih sehangat hari-hari kemarin
pada lipatan waktu yang tak sederhana
membelah takdir yang tak pernah tuntas
bermunajat tentang kasih yang kau sebut suci

lalu dengan tengadah
menghamba
menjemput masa di waktumu yang telah usai




01 des 07

MUSIM


Musim ini musim yang bisu. Setiap tikamannya menusuk diam.
Hingga mampu mematikan sukma.
Musim ini musim yang basah, sebab awan pun enggan berarak putih. Hanya kelabu.
Musim ini musim yang jenaka, robot-robot berubah badut. Manusia semakin konyol.
Musim ini musim yang lelah. Keringat mengucur jadi banjir.
Musim ini musim yang kesasar. Tak ada peta pun kompas untuk arah.
Musim ini musim menggila. Pada setiap sela mimpi pun yang ada hanya kegilaan.
Musim ini musim yang gusar. Tak banyak kata yang muncrat memuntahkan gelisah.
Musim ini musim manut. apa saja kata tuan aku ikut. tak perlu hati senang.

Ini bukan musim panen atau paceklik. Ini musim yang tak biasa. Musim yang merongrong hingga ke setiap sela di relung-relung jiwa.

Cinta tak turut musim. Ia selalu bebas melenggang kemana saja. Menjejeri seluruh hati yang kosong tapi tak hampa. Menemui manusia yang berubah batu hatinya. Melumerkannya seperti margarin.

Sebab cinta tak pernah turut musim, maka seperti musim-musim sebelumnya, kita akan selalu bercinta hingga tersungkur ke lautan gelora lalu menguap ke udara. 




10 Juni 2010

Senin, 25 April 2011

dan hujan pun reda

Apakah yang disisakan hujan selain tanah yang basah dan becek? Adakah setiap wangi yang merebak ke angkasa juga semerajanya rasa? Tak ada seorang pun yang mungkin bisa menerkanya.

Dan hujan pun reda. Dedaunan meranggas dari reranting yang basah. Bangau putih berjingkrak-jingkrak menggoyangkan buih yang ditinggalkan hujan. Basah. Ada cahaya menyingkap langit yang semula gelap. Aroma tanah yang basah masih sangat tajam menusuk ke penciuman lalu masuk merangsek dalam setiap sum-sum. Hujan telah berlalu. Yang ditinggalkannya adalah tanah yang basah dan wanginya yang khas. Pepohon pun hanya sedikit dilambai angin. Bunga-bunga kini kembali ranum, mereka seolah baru saja bermandi gelora. Hujan menitipkan cinta dari setiap rerintiknya yang jernih. Saatnya bagi kumbang-kumbang jantan menyerap sari putik-putik mawar. Lalu ketika rerintik kecil kembali hadir cerita kembali meraja. Hanya sekilas lalu pergi menyapa waktu yang lain di seberang dunia. Mungkin pula pada kekasih yang merindu.


selalu banyak cerita yang ditinggalkan hujan.

27 April 2010

Hujan


Adalah hujan; setelah gerimis kita kembali meniti cahaya
pada jalan setapak memerah meninggalkan jejak
dongeng kecil kerinduan yang membisiki kita menjelang petang
pada reranting yang tak lagi berdaun

Bumi yang basah telah menceritai kita
tentang kelelawar yang girang mengejar buih
pada dinginnya hari yang sendiri
pula kita yang masih saja renyah mengulas alur
seolah irama yang mesra diusia tujuhbelasan

adalah hujan; rintih membelah fajar berganti embun
lalu merekah
santun berlantun doa-doa munajat
baru, gairah dari malam yang telah basah
 
[30,2007]